Perayaan Tahun Baru yang tak Biasa

Oleh: Luh Putu Yulia Megayani

DSC_0748
Gambaran Pohon Literasi oleh anak-anak SDN 2 Bengkala

 

“Terima kasih banyak Bali Edukasi. Anak-anak kami menjadi rajin membaca sekarang.kata Wayan Wijana, Guru SDN 2 Bengkala, Buleleng.

Suasana riang menyelimuti pagi itu. Kami sampai di SDN 2 Bengkala pukul 08.30 WITA. Terasa senang karena kami disambut tawa dan senyum adik-adik yang sedang duduk disebuh bangku sembari melambaikan tangan ke arah kami. Terdengar suara lelaki paruh baya yang mengatakan, “Welcome Bali Edukasi.” Lelaki itu adalah salah satu guru SDN 2 Bengkala, sering dipanggil Pak Kanta. Kami lalu membalasnya dengan ucapan terima kasih secara spontan.

Memasuki kawasan SDN 2 Bengkala, melewati pagar kecil berwarna merah, kami melihat anak-anak berbaju merah sedang dengan asyiknya bermain di lapangan. Ada yang berlari-larian, ada yang bercerita bersama, dan ada yang sibuk dengan sendirinya. Uniknya, ada dua siswa yang sangat dekat dengan salah satu guru sedang bercengkrama. Mereka menggunakan bahasa isyarat, yang kami sendiri masih belum mengerti apa yang mereka bicarakan. Kami hanya mengamati dengan perasaan kagum. Mereka tertawa dan terlihat malu-malu.

Bel pun berbunyi

Mereka berkumpul di lapangan dan berbaris berbanjar. Masing-masing ketua kelas secara otomatis berdiri di depan masing-masing barisan dan memberikan komando, “siap gerak!”. Ada yang masih asyik tertawa namun kemudian diam dan berdiri tegak. Kakak-kakak Bali Edukasi  memberikan ucapan selamat pagi dan sesekali bertanya mengenai kabar mereka serta menyampaikan maksud kedatangan Bali Edukasi ke SDN 2 Bengkala. Mereka terlihat antusias. Berbaris rapi, dan semangat mendengarkan.

Acara GEMASENI ini dibuka dengan bermain bersama di lapangan. Kami menyebut kegiatan berbagi bahagia ini dengan circle time. Kami memainkan numbering games lalu dilanjutkan dengan seven up. Singkatnya, games seven up membantu adik-adik melatih daya tangkap, ingatan, dan kecepatan mereka dalam berpikir. Caranya terbilang mudah, mereka akan menghitung 1-7 dengan menggunakan bahasa Inggris. Setiap hitungan ketujuh mereka harus menggantinya dengan kata UP. Satu per satu gugur hingga akhirnya tersisa tiga besar sebagai juara. Menakjubkan, mereka sudah lancar menghitung menggunakan bahasa inggris.

Selama hampir 30 menit kami bermain bersama di bawah teriknya sinar matahari. Setelah itu, kami beranjak menuju kelas masing-masing yang setiap kelasnya akan dikelola oleh kakak-kakak Bali Edukasi. Masing-masing kelas punya games tersendiri, ada yang  bermain sambung kata, tebak-tebakkan, dan lainnya. Kelas ditutup dengan pemberian hadiah sebagai reward untuk adik-adik yang berhasil menduduki posisi 3 besar sebagai pemenang dalam setiap games. Para pemenang mendapatkan buku dan alat tulis. Harapannya buku tersebut dapat berguna untuk mereka dikala menuntut ilmu di SDN 2 Bengkala maupun ke jenjang berikutnya.

Sekedar flashback, kami di awal mengajarkan mereka untuk membuat pohon literasi berisikan catatan ringkas mengenai hal yang mereka baca atau pelajari. Setiap bulannya kami menambah kertas yang digantung di cabang pohon literasi tersebut. Perkiraan kami di akhir tahun, pohon literasi itu sudah rusak atau bahkan tidak ada. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Kami dikejutkan oleh pohon literasi yang dihias sedemikian rupa. Ada penambahan burung yang terbuat dari kertas liat, kata-kata mutiara yang mereka buat, dan bunga mawar di setiap ujung cabang pohon tersebut. Mengharukan!

Pohon literasi tersebut di bawa ke lapangan oleh para adik-adik dan diperlihatkan kepada kami. Kami tentu sangat senang dan mengapresiasi semangat adik-adik untuk belajar. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari melihat senyum mereka ketika membawa pohon literasi sembari berkata terima kasih. Tidak terasa bahwa hari itu menjadi hari kami berpisah secara raga. Setidaknya kami tahu bahwa hal yang kami bagikan telah mereka pelajari dengan seksama.

Akhir acara, kami bersalam-salaman. Perasaan haru, sedih, dan senang, menyelimuti SDN 2 Bengkala. Memang betul kata pepatah bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kami berharap kelak apa yang telah kami bagi bermanfaat untuk adik-adik maupun gur-guru di sekolah binaan kami. Hari itu, kami juga mengadakan perpisahan dan mengucapkan terima kasih dengan adik-adik dan Bapak/Ibu di SDN 2 Keramas, Gianyar.

Aktivitas membaca dan bermain menyenangkan kami juga lakukan di SDN 2 Keramas. Kami sedih harus berpisah, namun rasa bahagia kami melebihi segalanya karena melihat adik-adik tersebut mau tumbuh. Kami banyak belajar dari semua pihak yang terlibat di program GEMASENI ini. Kami berharap apa yang kami lakukan akan bermanfaat dan bisa dilanjutkan oleh pihak sekolah. Sudah saatnya kami melanjutkan perjalanan membantu adik-adik di pelosok Bali lainnya. Semoga adik-adik ini tumbuh menjadi tunas bangsa yang mampu menjadi penyala peradaban dan melanjutkan tongkat estafet kami.

Terima Kasih dan Selamat Tahun Baru.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *