Throw Back, Pendasbudi Tahap 2 di SDN 2 Bengkala

Pelaksanaan PENDASBUDI tidak hanya sekali di bulan Maret namun bersambung ke bulan selanjutnya yaitu April. PENDASBUDI 2 yang mengusung nilai karakter gotong royong ini masih melibatkan kakak-kakak Bali Edukasi dan adik-adik di SDN 2 Bengkala. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WITA dan berakhir pada pukul 10.00 WITA. Seperti biasanya, adik-adik SDN 2 Bengkala diajak berbaris rapi terlebih dahulu oleh kakak-kakak BE. Instruktur lapangan pada hari itu ialah Kak Mandala. Kak Mandala mengajak adik-adik dan kakak-kakak BE untuk membentuk lingkaran besar (Circle time) yang kemudian dilanjutkan dengan senam bersama. Senamnya ringan dan menyenangkan. Kak Wahyu dan Kak Abdi memasuki tengah lapangan untuk memberi contoh nyanyian dan gerakan dari senam tersebut. Senamnya tiada lain adalah Monkey Banana dan Senam Pinguin. Adik-adik SDN 2 Bengkala bergerak dengan asik, menari-nari, dan bernyanyi-nyanyi dengan riang dipandu oleh Kak Wahyu dan Kak Abdi. Tidak puas dengan  1 kali senam, mereka meminta untuk diputarkan lagu dan diajak bergerak riang kembali.

Sesuai dengan nilai karakter yang diusung pada bulan April ini yaitu Gotong Royong, kakak-kakak BE sudah menyiapkan permainan yang melibatkan adik-adik untuk bekerja sama dalam tim dan bergotong royong bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Nah, permainannya adalah memasukkan paku dalam botol yang mana adik-adik dibagi menjadi 3 tim yang berbeda terlebih dahulu. Paku sudah diikat dengan raffia dan tugas mereka dalam tim adalah satu orang sebagai pengarah dan yang lain akan memasukkan ujung paku ke mulut botol. Paku dengan tali rafia ini sudah diikatkan pada pinggang anak – anak tadi. Tiap tim memiliki cara mereka masing-masing untuk memberikan instruksi pada temannya hingga paku bisa dimasukkan. Ada yang berteriak dalam Bahasa Bali, ada yang berusaha menggunakan kiri dan kanan untuk mempermudah temannya, ada yang berkata untuk maju, mundur, merendah, lebih tinggi, dan tentunya saling membantu dan kompak. Mereka terlihat puas dengan kemenangan yang diraih, namun mereka terlihat lebih memaknai cara mereka berkomunikasi dalam tim sehingga kemenangan dapat dicapai.

            Tepat pada pukul 08.30 WITA, setelah intstruktur masing-masing kelas dibagikan, adik-adik diajak untuk belajar di dalam ruangan. Eits, belajar ini bukanlah belajar yang serius dan menyebalkan, akan tetapi lebih pada fun learning dan emphasizing the characters. Kegiatan di kelas 1 dan 2 di-handle oleh Kak Abdi dan Kak Fortuna dengan aktivitasnya yaitu kakak-kakak BE bercerita terlebih dahulu dan adik-adik mendengarkannya. Kemudian mereka disiapkan dengan aktivitas mewarnai dan mencocokkan gambar dengan warna. Saat itu, materi yang digunakan adalah alfabet dan kosa kata dalam Bahasa Inggris. Adik-adik kelas 1 dan 2 begitu antusias dan senang mewarnai sampai-sampai mereka membuat kamus kecil dari hasil mewarnai dan mencocokkan tadi. Mereka bekerja sama meskipun mereka dalam kelas yang berbeda. Kegiatan ketiga sekaligus akhir di kelas 1 dan 2  yaitu menyusun gambar. Adik-adik yang diajak menyusun potongan-potongan gambar menjadi sebuah gambar. Lagi lagi mereka mengerjakannya dengan sabar dan penuh kreatifitas.

Tidak jauh berbeda di kelas 3 dan 4 bersama dengan Kak Mandala dan Kak Ogik juga mengajak adik-adik belajar bersama dan bekerja bersama-sama. Warming up  activity-nya yaitu dengan bermain crazy words yaitu permainan kata seputaran kata sifat dan kata dalam Bahasa Inggris yang masih umum. Kegiatan selanjutnya sama yaitu storytelling. Setelah itu, anak-anak diajak untuk melakukan role play atau bermain peran yang tidak jauh dari cerita yang diceritakan tadi. Mereka terlihat antusias untuk berekspresi dan berkomunikasi meskipun aktivitas ini tidaklah mudah bagi mereka. Tidak hanya menjadi pendengar kemudian mampu mengkomunikasikannya, anak-anak juga diberi kesempatan untuk menuliskan moral value dan nilai-nilai karakter yang mereka dapatkan dari cerita maupun aktivitas yang disiapkan oleh kakak-kakak BE. Jadilah sebuah pohon literasi oleh adik-adik kelas 3 dan 4 yang dibuat bersama-sama dengan Kak Mandala dan Kak Ogik.

Kak Wahyu dan Kak Alit bertugas dan belajar bersama adik-adik kelas 5 dan 6. Kak Alit dan Kak Wahyu menayangkan sebuah video fable berjudul The Lion and The Mouse. Aktivitas untuk mengulas video ini dikemas berbeda oleh Kak Alit dan Kak Wahyu yaitu dengan bermain games ’Remember Me!’. Adik-adik diminta mengingat siapa saja tokoh-tokoh dari cerita tadi dan menuliskannya di papan. Lalu, mereka bersama-sama dalam  kelompok menyusun potongan-potongan gambar yang disediakan. Mereka juga menuliskan deskripsi singkat yang mencerminkan alur cerita singa dan tikus tadi. Ada yang menyusun gambar, menuliskan deskripsi, mengingatkan alur cerita, mencari potongan yang unik, bahkan sampai memotivasi satu sama lain. Hal terunik ialah mereka mampu mengingat cerita tersebut lalu menceritakan kembali. Ya, setidaknya anak-anak mengenal kegiatan bekerja dalam tim dan merasakan keseruannya.

Setelah seluruh aktivitas di kelas selesai, adik-adik diberikan waktu istirahat sebelum kembali berkumpul untuk review di lapangan. Saat review, Kak Mandala mengundang adik-adik dan bertanya pada mereka tentang apa yang mereka lakukan di dalam kelas. Bahkan, kelas 5 dan 6  juga mencoba mempraktikkan peran singa dan tikus yang mereka dapatkan tadi di dalam  kelas. Berbagi itu indah, belajar bersama menguntungkan diri sendiri dan juga orang lain. Bekerja sama bukan hanya untuk menjadi pemenang, namun melalui kerja sama dan gotong royong kita dapat mengenal karakter teman kita lebih dalam dan metolerirnya. ‘Pintar saja tidak cukup, jadilah baik dan berkarakter’ begitulah semboyan sekaligus gemblengan kata dari founder BE, Bapak Hery Santosa yang ternyata memotivasi banyak insan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kakak-kakak BE hadir mengedukasi anak-anak bangsa dan menekankan kegiatannya pada kemampuan literasi dan penanaman karakter yang notabene sangat diperlukan dalam bergaul di zaman milenial ini. Okay, sampai jumpa di PENDASBUDI 3 dan kegiatan seru lainnya. (Wahyu Suganti)

Bali Edukasi, Salam Penyala Peradaban!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *