BEEC 2017

Bali Edukasi English Camp (BEEC) 2017

“BECOMING GLOCAL (GLOBAL LOCAL) IN THE 21st CENTURY”
Bali Edukasi English Camp (BEEC) 2017 is a camping event organised by a non-profit organisation, Bali Edukasi. The purpose of this event is to build the capacity of human resources all around the world on global needs and local perspectives. This includes six main activities, namely:

  1. Designing a Cultural Project based on the experience staying in the camp site
  2. Delivering a Project Presentation on the selected matter during the camp event,
  3. Learning English in Innovative Ways based on the 21st-century learning agenda,
  4. Experiencing/learning Balinese Culture, such as dances, cultural customs, village’s life in Bali, etc.,
  5. Learning from Overseas Scholarship Sharing Session, and
  6. Optimising self-capacity empowerment from Professional Development event on TOEFL/IELTS & Academic Writing.

TIMELINE
First Phase (1 April – 31 May 2017) *EXTENDED UNTIL 10 JUNE 2017
Registration
1. Fill your registration form on this link: http://bit.ly/2nk6FYX
2. Send your document via email, including:
• Curriculum Vitae (CV)
• A scan of Commitment Fee Proof Payment
• A Scan of Identity Card (KTP/Passport/ID Card)

E-Mail: info@baliedukasi.org Cc: baliedukasi.org@gmail.com
SUBJECT: BEEC2017_FULL NAME

Scoring Indicators to get a free entry:
1. CV
2. Letter of Motivation

Second Phase (12 June 2017)
Announcement*
*will be informed through email & announced on our social media (Instagram, Facebook, & Twitter)

Third Phase (14 – 15 June 2017)
Online Technical Meeting (TM)*
*further information will be announced near the TM day.

Fourth Phase (7 – 9 July 2017)
D-DAY

Commitment Fee
All registered campers have to pay for IDR 300.000 ($30) as the commitment fee (camp tuition) during the program. The commitment fee will include:
1. Airfare (Excluded)
2. Accommodation & Airport Pick-Up
3. Meals
4. Facilities during the event
5. Certificate
6. A Free Registration Fee*
7. Award Certificates & Trophy**
*Acquired by the selected participants/delegates and the Fee will be reimbursed during the event
**Acquired by the selected participants/delegates

Commitment Fee Payment Methods:
1. For Local/Indonesian Participants (IDR 300.000)
Bank Transfer
Bank Name: BCA
Account No.: 6700330611
Account Name: Ni Kadek Ayu Widari
Bank Code: 014

2. For International Participants ($30)
Bank Transfer
Bank Name: BCA
Account No.: 014-6700330611
Account Name: Ni Kadek Ayu Widari
Branch Address: Cabang Raya Kuta Denpasar
Swift Code: CENAIDJA

Note: No refund for any cancellation!

#baliedukasi #BEEC #ecamp #camp #inspirasi #negeri #glocal

 

Gabung BE?

Open Recruitment GEMASENI Bali Edukasi

SDN 4 Angseri, Tabanan – 22 April 2017

GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini): Kegiatan reguler yg kami lakukan ke beberapa sekolah di Bali untuk menumbuhkan minat baca para siswa dan membantu mereka khususnya di bidang pendidikan. Kami mengundang siapa saja yg ingin beraksi nyata positif untuk menjadi relawan dalam kegiatan kami.

Mari bersama menyalakan peradaban !

Berminat? Silahkan akses link dibawah ini:

Visit Link

Informasi lebih lanjut silahkan hubungin CP yg ada di poster ya.
Sampai bertemu disana (y)
#baliedukasi #recruitment #relawan #salamedukasi

Artikel BE

Halaman ini berisikan tentang artikel-artikel yang memuat tentang Bali Edukasi dan fenomena sekitar yang dialami oleh tim Bali Edukasi.

  • Perayaan Tahun Baru yang tak Biasa by Luh Putu Yulia Megayani (Visit Link)
  • Meet and Greet di Warung Dedari by Luh Putu Yulia Megayani (Visit Link)

 

Testimoni

Halaman Testimonial adalah halaman dimana anggota Bali Edukasi membuktikan bahwa kinerja, karya dan kebangaan adalah tujuan utama. Bersama menyalakan peradaban!

Untuk testimoni tahun 2017, tertera dibawah ini.

Gaung Bali Edukasi dibawa sampai ke Negara Paman Sam oleh Founder BE, Made Hery Santosa. Maju terus BE!

Bali Edukasi di Angkor, Siem Riep. Kamboja. Presentasi tentang Program Literasi dengan Multimodality – menyebarkan Program Gemar Membaca Sejak Dini (GEMASENI) Bali Edukasi di CamTESOL International Conference 2017 di Phnom Penh, Kamboja. Foto by Kak Made Hery Santosa dan Kak Heka Arcana Putra.

Zetizen BE
Aksi 1000 Buku untuk anak-anak masuk Zetizen Jawa Post

 

Untuk testimoni tahun 2016, tertera dibawah ini.

1
1. Kabar gembira datang lagi dari kakak @baliedukasi yang membuat pagi ini menjadi lebih cerah dari sebelumnya. Selamat Kak @andikawirateja yang akan berangkat ke Surabaya untuk mengikuti Zetizen Summit. Semoga terus bisa menginspirasi kakak-kakak yg lain untuk terus berkarya untuk bangsa. Keep inspiring!

 

2
2. baliedukasi#newspaper Hari ini kami mendapat kabar bahagia. Salah satu kakak dari bali edukasi yaitu kak @andikawirateja lolos 5 besar untuk Go To New Zealand. Selamat Kak Teja. You rock!

 

3
3. baliedukasiKak Ratih dan Bali Edukasi di Kastil Shimabara, Nagasaki, Jepang. Ditunggu sharing inspiratifnya Kakak 😍 #baliedukasi #salamedukasi #bali #negeri #inspirasi

 

4
4. baliedukasiSelamat kakak Teja, Kak Desmi, Kak Risal, Kak Astra dan kakak-kakak lain yang sudah bersemangat join Zetizen Goes to New Zealand. Semoga dilancarkan (y) #baliedukasi #salamedukasi #bali #inspirasi #negeri #zetizen

 

5
5. Salam dari Jepang dari Kak @ratih_masari 🙌 Terima Kasih Kak Ratih atas supportnya untuk BE. Semoga sukses dan tetap ditunggu kepulangannya ke tanah air.

 

6
6. Salam hangat dari Bangkok oleh Founder Bali Edukasi, kak @mhsantosa Ditunggu sharingnya Kak Hery. ^^ Salam penyala peradaban. Bali Edukasi.

 

7
7. Semangat pagiii… Kak Wisnu dan Kak Intan membawa Bali Edukasi berkelana ke Quy Nhon, Vietnam. Terima kasih atas inspirasinya kakak-kakak hebat! Semoga memberi manfaat baik buat kita semua ✨👍 #baliedukasi #salamedukasi #vietnam #pendidikan #bali #glocal

 

8
8. Selamat dan semangat pagi.. Kak Wisnu dan Kak Intan sedang transit di Singapore menuju ke Vietnam. Terima kasih untuk selalu menginspirasi. Ditunggu sharing cerita menariknya ketika pulang ya. Best! Salam hangat, Bali Edukasi.

 

9
9. Yey, kali ini kak @chintyachoi bersama Bali Edukasi Mendapat kesempatan travelling ke Jepang, menikmati pesona keindahan alam dan kota-kota nya sekaligus belajar dari negeri sakura.

 

10
10. What a great inspiring Sunday morning. Ini kak irmawulan, salah satu kakak BE yang sekarang sedang study di Sydney. Semoga dapat selalu menginspirasi. #BEgoestoSydney Salam hangat, Bali Edukasi.

 

11
11. Yuhuu ini lho BE ada di Kuala Lumpur. Tetap semangat , tetap menginspirasi.

 

12
12. Yuhuuu BE goes to Japan. Semoga kakak kakak kami selalu menginspirasi.

Cerita BE

Cerita #2

Dua Tahun Bali Edukasi: Tonggak Baik Perubahan

Untuk awalan, silakan membaca tulisan Satu Tahun Bali Edukasi: Belajar dari Ikan Koi di Cerita #1 (dibawah ini).

Jadwal kegiatan edukasi dari Bali Edukasi selalu padat. Kegiatan yang digerakkan oleh kakak-kakak (sebutan kami kepada tim dan relawan) selalu berjalan dengan penuh dinamika. Ada yang berencana, ada yang menyumbang ide, ada yang menyumbang masukan, ada yang donasi, ada yang bergerak sendiri, ada juga yang bergulat dengan kesibukannya. Medio tahun 2016 adalah tahun dimana Bali Edukasi terus berupaya menyalakan peradaban. Tanpa bermaksud apa-apa, sudah ratusan bahkan ribuan pihak yang Bali Edukasi pernah ‘sentuh’ dengan beragam kegiatannya. Mulai aktivitas bermain dan belajar, edukasi sampah, membaca dan literasi, edukasi kesehatan dini, membersihkan sampah, bahkan kegiatan internal ‘having fun’ juga dilakukan. Kami memang tidak bisa menjangkau semua pihak, namun tentu kami mengupayakan agar semua kegiatan kami bisa berdampak secara berkesinambungan. Kegiatan-kegiatan Bali Edukasi bisa dilihat pada tautan berikut ini.

Medio tahun 2016 juga ditandai dengan pemantapan tonggak-tonggak penyangga wadah ini. Usia yang masih orok ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan wadah-wadah lain yang sudah lebih lama berdiri dan berkegiatan. Meski demikian, selalu ada binar semangat saya temukan di mata beberapa kakak-kakak yang memang menyatakan diri untuk komit dan belajar. Proses belajar yang bersama-sama ini memang penuh liku. Namun, semuanya adalah proses tumbuh dan menumbuhkan. Diri sendiri terus tumbuh mendapatkan refleksi, pengalaman, informasi, rekomendasi, dan lain sebagainya untuk mencapai tujuan dan cita-cita. Selain tumbuh untuk diri, tak lupa upaya menumbuhkan (baca: empower) orang lain dilakukan secara positif.

Awal tahun 2017 adalah tonggak dimana Bali Edukasi berisi darah-darah dan semangat baru. Tim yang lebih energik muncul dan berusaha berkiprah di kerangka visi misi Bali Edukasi. Dalam hitungan bulan, terlihat kemudian berbagai hal, mulai dari munculnya inovasi-inovasi positif sampai masuknya relawan-relawan kebaikan baru. Yang merasa tidak bisa berjuang digantikan oleh semangat-semangat baru. Rasanya, inilah sebab kenapa Bali Edukasi terus tegak menyalakan peradaban di pelosok Bali. Memang, perjalanan tidak selalu lancar. Ada momentum-momentum kebaikan ada juga momentum-momentum yang melemahkan. Namun, Bali Edukasi bersyukur memiliki binar semangat penyala peradaban yang selalu dikobarkan oleh kakak-kakaknya. Bersyukur karena Bali Edukasi memiliki karakter-karakter tangguh yang terus maju. Bersyukur meski kadang kehilangan satu penggerak dengan berbagai ragam alasan dan karakter, berlipat penggerak muncul kemudian yang nantinya membantu ribuan anak-anak di pelosok negeri.

Bali Edukasi baru berusia dua tahun. Usia yang masih sangat muda. Yang bisa saja masih naif. Yang sangat rentan dimanfaatkan. Yang bisa jadi masih baik, bahkan terlalu baik dengan perlakuan individu-individunya yang beragam. Namun, Bali Edukasi akan terus bersemangat maju terus, apapun yang terjadi. Sendirian, berbanyak. Kecil dampak, besar dampak. Bali Edukasi yakin, akan selalu ada karakter-karakter baik, berpikiran terbuka, berintegritas, namun tak lupa rendah hati yang akan membantu. Akan selalu ada realisasi mimpi baru melalui banyak jalan dan banyak kakak-kakak komit di Bali Edukasi. Sekali lagi, sendirian, berbanyak. Kecil dampak, besar dampak. Bali Edukasi telah menemukan tonggak baik perubahan. Telah memancangkan pilar penyangga bagi semua pihak yang memerlukan. Semoga tonggak dan pilar ini kuat untuk tahun-tahun di masa depan. Selamat ulang tahun yang kedua, penyala negeri!

Singaraja, 2 Mei 2017
Rumah Penyala Peradaban
Made Hery Santosa
Pendiri

———————————————————————————————–

Cerita #1

Satu Tahun Bali Edukasi: Belajar dari Ikan Koi
sa

Tidak terasa, sudah satu tahun perjalanan Bali Edukasi. Tepat hari ini, 2 Mei 2016, Bali Edukasi berusia satu tahun. Berbarengan dengan Hari Pendidikan Nasional. Alasannya sederhana, hari ini tonggak peradaban di Indonesia dimulai. Saya memulainya setahun setelah menjalankan Pejuang Beasiswa Bali. Dengan anak-anak muda Bali, dengan satu tujuan umum: meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui edukasi.

Mengapa SDM?
Melbourne, medio Januari 2014
Huong dan Turki mencoba maju ke depan kelas. Saat itu, kami sedang belajar mengenai preposisi, seperti in, on, at, dan lainnya. Bagi beberapa siswa, konsep ini cukup mudah. Namun bagi anak-anak non-native English speaker, seperti mereka yang berasal dari Vietnam dan Arab Saudi ini, waktu dan latihan lebih sering masih diperlukan. Huong dan Turki maju ke depan dan mencoba membuat sebuah percakapan sederhana berisi preposisi untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap konsep ini. Dengan latar belakang berbeda, proses belajar menjadi sangat menarik. Karakter Vietnam – secara umum – berani berbicara, meski kesulitan pelafalan. Karakter Arab Saudi, seperti Timur Tengah lainnya, secara umum berani berbicara namun lemah di ejaan.

Ini adalah sebagian perjalanan saya mengajar bahasa Inggris anak-anak dari berbagai Negara di dunia ketika belajar di Australia. Saya diharuskan memahami karakter berbagai bangsa dengan kultur beragam, dan mencari tahu bagaimana berinteraksi dengan berbagai perbedaan ini. Dalam konteks belajar bahasa, konsep Cross Cultural Understanding (CCU) juga menjadi penting agar bisa memahami uniknya keragaman ini. Sebelumnya, saya pernah menulis mengenai Ting Ting, seorang mahasiswa Cina, Heeram, dari Irak, Jorge, dari Cile dan banyak kisah lain yang belum sempat saya tuangkan dalam tulisan.

Diantara mahasiswa-mahasiswa luar ini, saya amati banyak sekali berasal dari Cina, Vietnam, Timur Tengah (Arab Saudi), India. Proporsi lebih sedikit datang dari mahasiswa yang berasal dari Bangladesh, Pakistan, Korea, Jepang, Amerika Latin. Adakah yang berasal dari Indonesia? Saya amati, ada. Namun jumlahnya sangat sedikit. At least, yang sedang belajar bahasa Inggris di kelas internasional ini. Saya bertanya, mengapa anak Indonesia sedikit belajar ke luar negeri? Saya mendapat jawabannya beberapa bulan setelah disertasi saya selesai. Jawabannya beragam faktor, salah satunya kualitas SDM Indonesia.

Dalam era global, tidak bisa dihindari bahwa kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Berbagai laporan dan indeks sudah dikeluarkan. Beberapa di antaranya adalah PISA, TIMSS, PIRLS, atau Literacy Index. Dari berbagai hasil penelitian tingkat dunia, posisi Indonesia memang selalu nomor dua, dari bawah. Atau di level bawah. Berbagai teori dan jawaban dicari. Jika dibandingkan dengan level Negara-negara lain, bahkan di regional sama yaitu Asia Tenggara, level Indonesia sudah termasuk memprihatinkan. Apa yang bisa dilakukan? Mengapa Negara lain bisa lebih baik? Ada banyak pertanyaan di benak saya. Ada banyak isu yang harus dibenahi. Dan itu tidak bisa sendiri.

Bagaimana Caranya?
Warung Pudak, Singaraja, medio April 2015.
Ada sekitar 6 anak muda duduk di sebuah warung di dekat Kampus Bawah, Universitas Pendidikan Ganesha. Mereka adalah kawan saya dan beberapa pemikir, penggerak cadas. Kami semua memesan makan siang dan segelas es bir – bahasa keren orang Buleleng untuk es kelapa muda. Saya sampaikan pemikiran saya mengenai mimpi memperbaiki kualitas pendidikan, dengan jalan sederhana: berbagi kemampuan teknologi yang bermanfaat untuk orang banyak. Karenanya yang datang adalah anak-anak muda penyuka teknologi. Seperti saya yang memang mengambil minat yang sama.

Muncul kemudian nama-nama, seperti Rumah Awan (yang saya persiapkan sejak di Melbourne), Rumah Edukasi, sampai akhirnya kita semua sepakat dengan nama Bali Edukasi. Kemudian Kak Hendra Raharja dan Kak Pegok bekerja mendesain logo. Ternyata tidak mudah. Kak Wisnu Bayu, Kak Hendra Raharja, Kaka Pegok memiliki ide-ide logo yang genuine. Sampai kami semua harus ‘semedi di bawah pohon toge, dengan tak lupa pakai akik’ (saat itu akik sedang booming :)). Perlu waktu sebulan sebelum nama “Bali Edukasi” dan logo yang seperti kita liat bersama ini ada. Ini seperti pencarian identitas; jati diri.

Langkah selanjutnya adalah keliling Bali. Bagaimana caranya?

Kemana Saja?
Bangkok, medio Nopember 2007
Kepadatan Bangkok sama dengan Jakarta. Mengapa negeri gajah putih ini banyak didatangi orang asing yang ingin menjadi pendidik? Anak-anak mudanya tidak semua bisa berbahasa asing, misalnya Inggris. Saya ingat, bahkan ketika mau beli makan siang di sebuah warung dekat kampus di Thornbury, saya harus pakai bahasa Tarzan. Maen tunjuk, meski demikian perut kenyang. Tapi mengapa banyak yang ingin membantu? Mengapa anak-anaknya mau belajar?

Amsterdam, medio Juni 2008
Saya mendarat di bandara Schiphol, Amsterdam dini hari. Setelah perjalanan melelahkan dari Denpasar, Jakarta, dan Kuala Lumpur, saya dan teman-teman mencapai negeri Kincir Angin ini. Mata saya masih sepet. Tapi excited karena pertama kalinya menjejak kaki di Eropa. Saat itu sedang musim panas, tapi saya berpikir, “Kok tidak panas, ya?” Disini juga saya belajar beberapa tahun kemudian bahwa winter di belahan bumi selatan itu seperti summer di Eropa. Saya kemudian menuju mesin tiket untuk menuju Leiden.

Diatas kereta, saya termenung menatap jendela. Hamparan negeri yang tertata rapi dengan system baik ini dulu pernah menjajah negeri Indonesia. Apa yang bisa saya pelajari? Apa yang bisa saya kontribusikan? Saya menemukan jawabannya di sebuah gereja di Den Haag beberapa hari kemudian yang saya tuangkan di tulisan berjudul “Pesan Pastur di Gereja Grote Kerk.” Saya harus menemukan hal-hal baik di berbagai perspektif untuk bisa disesuaikan dengan konteks negeri saya.

Ho Chi Minh, medio Maret 2013
Sekian tahun setelah saya menjejak benua Eropa, saya berkesempatan menuju negeri Paman Ho. Menyeberang jalan adalah sebuah seni di Negara ini. Saya perhatikan, kroditnya sama dengan Indonesia, dengan Denpasar di Bali. Mengapa kualitas pendidikannya lebih baik? Mengapa anak-anak mudanya lebih berani merantau, meski kemampuan bahasa asingnya tidak sebaik anak Indonesia? Mengapa internetnya bisa cepat, seperti di Australia? Saya menemukan jawabannya di atas sebuah Tuk tuk di Kamboja beberapa tahun kemudian.

Phnom Penh, medio February 2015
Di atas Tuk tuk, saya melihat sebuah istana kerajaan. Berbalut cat keemasan, istana ini mirip dengan istana di Bangkok yang pernah saya kunjungi. Saya ditenami oleh Mr. Ne, seorang supir Tuk tuk yang bahasa Inggris lumayan. Ditambah keramahannya, saya menjadi kerasan selama saya berkegiatan di negeri ini. Sama seperti Bangkok dan Ho Chi Minh, mengapa di Phnom Penh support IDP – sebuah organisasi pendidikan – jauh lebih besar daripada di Indonesia?

Saya kemudian tersadar, ini karena SDM! Ternyata, SDM di Negara-negara itu, meski beragam, lebih bersedia belajar hal baru. Lebih mau membuka diri akan perubahan dan sesuatu lebih baik. Saya harus mencobanya ketika kembali nanti.

Setelah menyiapkan diri, saya menyiapkan diri untuk mewujudkan mimpi. Membangun negeri dengan edukasi. Idealis? Mungkin saja. Tapi saya yakin, ada banyak anak muda idealis lainnya. Idealis bukan harus kaku, namun di mata saya, smart, know what to do, how to do something.

Ikan Koi
Dalam perjalanannya, Bali Edukasi banyak mengalami proses. Mulai dari ‘ukuran’nya, cakupan, sudut pandang, umur yang terlibat, latar belakang pekerjaan atau pendidikan, dan ragam lainnya. Perjalanan pertama kali BE dimulai dari Desa Selemadeg, Tabanan. Saat itu, Kak Hendranatha sedang KKN di desa tersebut. Olehnya, kegiatan ini bisa dilakukan. Sukses? Lebih tepat, bahagia. Dari Tabanan, kegiatan-kegiatan BE mulai bergulir, menjelajah seluruh wilayah di Bali. Belum semua memang, namun cukup. Lebih lanjut bisa dilihat di http://baliedukasi.org/kegiatan.

Semakin besar, tentu semakin banyak ragamnya. Seperti ikan koi di kolam, warna-warni yang ada di tubuh ikan koi bisa menjadi indah jika mereka berkumpul dan beriringan dengan baik. Namun, kecipak air yag muncul dari kibasan ekor koi-koi ini bisa membuat air beriak kuat. Yang besar dengan badannya bisa menyenggol yang lebih kecil dengan tanpa ampun. Yang berpatik (seperti lele) bisa menyengat yang tidak. Yang kalem sendirian asyik berenang di kejauhan. Yang muda penuh semangat menyusuri setiap jengkal kolam, kadang menyeruduk di kerumuman koi-koi.

Kolam penuh ikan koi pasti indah jika warna-warni bisa padu.

Tetap Berjalan
Singaraja, 2 Mei 2015
Hari ini, tanggal 2 Mei 2016, tepat setahun Bali Edukasi berdiri. Jika diibaratkan manusia, BE masih bayi. Baru satu tahun, yang baru bisa merangkak, cooing, masih banyak harus belajar. Semangat kakak-kakak penyala peradaban tidak boleh padam. Tujuan inovatif harus terus dikobarkan. BE sudah satu tahun, BE akan tetap berjalan. Mark Twain bilang, “Two important things in your life, the day when you were born and you found out why.”

Mari kakak-kakak penyala peradaban!
download-1-1110x832Terima kasih kakak-kakak Bali Edukasi. Terima kasih para pahlawan pendidikan. Terima kasih Ki Hadjar Dewantara. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita.

Singaraja, 2 Mei 2016
Made Hery Santosa
Ketua dan Pendiri

Donasi

be-screen-shot

Bali Edukasi adalah sebuah wadah beranggotakan tenaga pendidik dan mahasiswa yang tak memiliki banyak harta, selain ilmu pengetahuan. Untuk itu, sering kami tak bisa banyak memberikan hal lain, selain ilmu dan pengalaman kepada adik-adik di Sekolah maupun pihak-pihak lain yang memang memerlukan bantuan. Oleh karena itu, uluran tangan dan donasi dari para sahabat yang memang ingin membantu agar adik-adik dan pihak-pihak yang memerlukan bantuan bisa tersenyum sangat kami hargai.

Untuk bantuan dan donasi, tidak kami batasi. Bisa berupa alat tulis, pakaian, dan hal-hal lain yang kiranya dianggap masih bermanfaat bagi orang lain.

Jika para sahabat ingin membantu, kami silakan menghubungi kami di info@baliedukasi.org.

Kami haturkan beribu ucapan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang terketuk hatinya dan ingin membantu. Salam hormat.

Media

Berikut adalah beberapa liputan media mengenai Bali Edukasi, pemikiran dan kegiatan-kegiatannya. Media ini ada berkat dedikasi, kerja keras dan semangat dari berbagai pihak yang bersedia membantu Bali Edukasi. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk hal ini.

Bali Edukasi News

Buku Cerita untuk SD Binaan. Yaayy Bali Edukasi lagi masuk koran! 🙂

BE on News

 

Another media coverage for Bali Edukasi in Tribun Bali.
Thanks everyone. Buku Jendela Dunia, Perpustakaan, Minat Baca: Ketika bangsa lain sudah berlari kencang, kita jangan terlalu sibuk berdendang.

http://bali.tribunnews.com/2016/03/10/ayo-sumbangkan-buku-cerita-untuk-bantu-siswa-sd-gemar-baca
Tribun

A media coverage for Bali Edukasi by Semeton News. Thank you. Media Kreatif, Pelestarian Budaya dan Bahasa Bali, Bahasa Asing dan Minat Baca. http://www.semetonnews.com/post/read/138/belajar-dengan-cara-krearif-bersama-bersama-yayasan-bali-edukasi

SemetonNews Capture


 

be-bengkala-tribun liputan-story-telling-tribun-05082015 be di media be in media 2

 


 

Bali Edukasi Video

Kegiatan

Berikut kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan Bali Edukasi :

A. Divisi Edukasi
Divisi Edukasi memiliki beberapa kegiatan, diantaranya :

  1. PELANGI (Pelita Harapan Negeri)
  2. GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini)
  3. BE GREEN
  4. ENGLISH CAMP

Berikut update kegiatan-kegiatan Divisi Edukasi :

  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) tahap 4 SDN 4 Angseri ((Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) tahap 3 SDN 4 Angseri (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) tahap 2 SDN 4 Angseri (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) tahap 1  SDN 4 Angseri (Visit Link)
  • Farewell GEMASENI SDN 2 Bengkala & SDN 2 Keramas (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Bengkala, Buleleng #8 (Visit Link)
  • Bali Edukasi goes to North Bali Bilingual School, Singaraja (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Keramas, Gianyar (Visit Link)
  • Bali Edukasi: Sharing tentang Pelatihan Tenaga Literasi (Visit Link)
  • Bali Edukasi Workshop Academic Writing, Plagiarism, and Referencing System (Visit Link)
  • Bali Edukasi ENGLISH CAMP 2016 (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Bengkala, Buleleng #7 (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Keramas, Gianyar (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SMK N Bali Mandara, Kubutambahan (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Keramas, Gianyar (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Bengkala, Buleleng (Visit Link)
  • Bali Edukasi Beach Clean Up di Pantai Penimbangan, Singaraja (Visit Link)
  • PELANGI (Pelita Harapan Negeri) Bali Edukasi di SDN 1 Pitera (Visit Link)
  • REACT #2 di Kampoeng Kepiting, Tuban (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Bengkala, Buleleng (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di SDN 2 Keramas, Gianyar (Visit Link)
  • Beach Clean Up di Pantai Penimbangan, Singaraja (Visit Link)
  • Bali Edukasi Goes to School di SDN 1 Yehembang (Visit Link)
  • REACT #1 di Kampoeng Kepiting, Tuban (Visit Link)
  • Mangrove For Love Bali Edukasi (Visit Link)
  • GEMASENI (Gemar Membaca Sejak Dini) di Desa Bengkala, Buleleng (Visit Link)
  • Bali Edukasi Goes to School di SDN 1 Batununggul, Nusa Penida (Visit Link)
  • Pembibitan Mangrove Bali Edukasi (Visit Link)
  • English Word Play dan Moji no Gemu bersama HMJ Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA di Panti Asuhan Destawan, Buleleng (Visit Link)
  • English Word Play dan Moji no Gemu di Desa Belantih, Bangli (Visit Link)
  • English Word Play dan Moji no Gemu di Desa Antiga Kelod, Karangasem (Visit Link)
  • Story Telling for Fun di Desa Bengkala, Buleleng, Bali (Visit Link)
  • Pelangi (Pelita Harapan Negeri) di Desa Nagasepaha, Buleleng (Visit Link)
  • Pelangi (Pelita Harapan Negeri) di Desa Selemadeg, Tabanan (Visit Link)

B. Divisi Kerjasama

  • Little Sunshine Learning Centre in Collaboration with Bali Edukasi (Visit Link)
  • Holiday Program Bali Edukasi in Collaboration with PAUD Pelita Kasih (Visit Link)
  • Academic Writing and Referencing System #2 (Visit Link)
  • Academic Writing and Referencing System #1 (Visit Link)

C. Divisi Media dan Komunikasi

D. Divisi Kewirausahaan

  • Bali Edukasi Open Booth on Car Free Day, Singaraja (Visit Link)
  • Bali Edukasi Open Booth on Car Free Day, Singaraja (Visit Link)
  • Bali Edukasi Open Booth on Car Free Day Renon, Denpasar (Visit Link)
  • Pengadaan Baju Bali Edukasi (Visit Link)
  • Pengadaan Tanda Pengenal Bali Edukasi (Visit Link)

E. Umum

Tim BE

Berikut adalah Struktur Organisasi dari Bali Edukasi.

*Sedang direvisi

 

Tentang BE

Apa itu Bali Edukasi?

Bali Edukasi adalah organisasi beranggotakan anak-anak muda yang memiliki cita cita yg sama untuk menyalakan peradaban masyarakat Bali dan sekitarnya melalui bidang pendidikan, lingkungan, dan kesehatan dengan kontribusi yang positif dan nyata. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan baik secara sosial maupun profesional. Dengan demikian, generasi muda diharapkan memahami perbedaan bekerja secara sosial dan/ atau profesional sesuai dengan jenis kegiatan dan tempat kegiatannya. Generasi muda juga diharapkan bisa berani bersaing di dunia global dengan fair sehingga tercipta pemimpin masa depan yang berkarakter baik, berintegritas dan tidak korup. Adapun kegiatan Bali Edukasi bisa dilihat di tautan ini.

Silakan tonton video pendek berikut ini.

Apa visi Bali Edukasi?
Visi Bali Edukasi adalah “Membangun generasi muda Bali yang unggul dan berkarakter melalui edukasi.”

Apa misi Bali Edukasi?
Adapun visi tersebut diwujudkan dalam beberapa misi, yaitu:

  1. Membantu meningkatkan kemampuan generasi muda dalam membaca, berhitung, dan berbahasa daerah serta asing,
  2. Meningkatkan minat baca generasi muda,
  3. Mengembangkan media edukasi,
  4. Mengaplikasikan e-learning sebagai media pembelajaran inovatif,
  5. Mensosialisasikan pentingnya kesehatan sejak dini,
  6. Melakukan aksi pelestarian lingkungan,
  7. Meningkatkan minat dan kesadaran generasi muda untuk melestarikan lingkungan,
  8. Meningkatkan kreativitas generasi muda dalam pemanfaatan barang bekas.

Bagaimana awal mula berdirinya Bali Edukasi?
Bali Edukasi didirikan tanggal 2 Mei 2015 oleh seorang generasi muda Bali yang bernama Made Hery Santosa, setelah kembali dari studi doktoralnya di Australia. Setelah sebelumnya mendirikan SmartGuru, berkiprah di Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA), Indonesia Belajar, kemudian mendirikan dan berkiprah di MenginspirasiID dan Komunitas Pejuang Beasiswa Bali, ia mendirikan Bali Edukasi sebagai wadah dan ruang yang menaungi anak-anak muda Bali untuk berkontribusi nyata dan positif bagi pendidikan di Bali.

Kegiatan awal dimulai dengan “Story Telling for Fun” di sekolah dasar di Selemadeg, Tabanan. Namun, seiring dengan perkembangan sekarang telah menjelma sebagai komunitas Bali Edukasi yg sangat dinamis, meliputi berbagai fokus bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, kerjasama, dan kewirausahaan. Sampai saat ini, Bali Edukasi sudah berbagi di hampir seluruh kabupaten di Bali. Salah satunya, berupa kegiatan reguler berbagi mengajarkan berbagai hal, meliputi bahasa asing (Inggris, Jepang, Perancis), kesehatan, perbaikan lingkungan (pembibitan, penanaman dan perawatan Mangrove), matematika, dan aspek pendidikan relevan lainnya, di sekolah inklusi (tulibisu dan normal) di Bengkala, di sekolah Bali Mandara, di Keramas, Gianyar, dan di Tuban, Denpasar.

Siapa saja yg bisa ikut Bali Edukasi?
Rumah Bali Edukasi terbuka untuk siapapun yg berkomitmen ingin berbagi dan berkontribusi untuk peradaban masyarakat Bali melalui kegiatan positif dan kontribusi yg nyata. Saat ini Bali Edukasi beranggotakan anak-anak muda Bali dengan berbagai latar belakang mulai dari siswa SMA, mahasiswa, PNS, dokter, bidan, perawat, guru, dosen, pengusaha, dan wiraswasta dengan latar belakang keahlian dan pengalaman yg sangat beragam. Untuk bergabung, silakan menuju tautan ini.

Apa saja kegiatan yg sudah dilakukan Bali Edukasi?

 

Di usianya yang masih baru ini, Bali Edukasi sudah mengunjungi seluruh kabupaten di Bali untuk berbagi dan melakukan edukasi pada bidang bahasa Inggris, Jepang dan Prancis serta edukasi kesehatan sejak dini melalui pengenalan jajanan sehat dan cuci tangan yg baik dan benar. Tambahan kegiatan berupa sosialisasi penanggulangan bencana sejak dini juga akan masuk dalam agenda Bali Edukasi.

sa

Dimana saja bisa mengetahui kegiatan Bali Edukasi?
Info kegiatan Bali Edukasi bisa dilihat di:
Website: baliedukasi.org
FB Fanpage: Bali Edukasi
IG: @baliedukasi
Youtube Channel: Bali Edukasi
E-mail: info@baliedukasi.org

“Bali Edukasi, Bersama Menyalakan Peradaban”